Profesionalisme, Profesionalisme Kerja Bidang IT, Sertifikasi
Pengertian Profesionalisme, Ciri, Jenis, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya serta Hubungan IT dalam Profesionalisme dan Sertifikasi
Profesionalisme
bisa dibilang sebagai cara seseorang berperilaku di tempat kerja untuk mewakili
dirinya sendiri dan perusahaan dengan langkah yang positif. Oleh karena itulah
profesionalisme mencakup standar perilaku yang memungkin telah ditetapkan dalam
buku pegangan karyawan. Contohnya saja seperti aturan tentang cara-cara
berpakaian, serta sifat-sifat yang lebih sulit dijabarkan, tapi tetap berharga
bagi seseorang yang profesional.
Beberapa ciri orang yang mempunyai sikap profesional diantaranya yaitu percaya diri, tapi tidak sombong, patuh terhadap kerja yang ditetapkan, terstruktur dan teroganisir, dan lain-lain. Melalui penenaman sikap profesional ini kita bisa mendapatkan beberapa manfaat atau keuntungan, misalnya ada kemungkinan besar kita bisa dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi oleh atasan kita.
Profesionalisme adalah tingkah laku dari berbagai jenis perilaku
dan sikap seseorang dalam lingkungan kerja atau bisnis. Seseorang tidak harus
bekerja dalam profesi tertentu untuk menunjukkan kualitas dan karakteristik
penting seorang profesional.
Menjadi
seorang profesional di bidang pilihan kita berarti lebih dari sekadar
mengenakan jas dan dasi atau memiliki gelar sarjana dan gelar yang terkenal.
Profesionalisme juga berkaitan dengan bagaimana kita berperilaku selama
bekerja.
Profesional
sejati memiliki sejumlah karakteristik penting yang dapat diterapkan pada
hampir semua jenis bisnis, diantaranya yaitu:
- Berpenampilan
Rapi
Seorang
profesional berpenampilan rapi. Pastikan untuk memenuhi atau bahkan melampaui
persyaratan kode pakaian perusahaan, dan berikan perhatian khusus pada
penampilan saat bertemu dengan klien. Meskipun tempat kerja kita cenderung
bersifat kasual, usahakan untuk kasual yang tajam daripada kasual yang ceroboh.
Siapkan sesuatu yang sedikit lebih rapi untuk berjaga-jaga jika bos besar atau
klien penting datang.
- Percaya
Diri, Bukan Sombong
Sikap kita
harus memancarkan rasa percaya diri, bukan keangkuhan. Bersikaplah sopan dan
pandai berbicara baik saat berinteraksi dengan pelanggan, atasan, atau rekan
kerja. Kita harus tetap tenang, bahkan selama situasi tegang. Bahasa tubuh dan
ekspresi wajah kita seuai dengan pesan yang kita sampaikan pada orang lain.
- Melakukan
Apa yang Kita Katakan Akan Kita Lakukan
Sebagai
seorang profesional, kita akan diandalkan untuk menemukan cara menyelesaikan
pekerjaan. Menanggapi orang dengan segera dan menindaklanjuti janji pada waktu
yang tepat juga penting, karena ini menunjukkan keandalan. Berada di tempat
kerja tepat waktu, mulai rapat tepat waktu dan mengikuti semua komitmen kita.
- Jadilah
Ahli di Bidang yang Kita Tekuni
Para
profesional berusaha keras untuk menjadi ahli di bidangnya, yang membedakan
mereka dari kelompok lainnya. Ini dapat berarti melanjutkan pendidikan dengan
mengambil kursus, menghadiri seminar, dan mendapatkan gelar profesional
terkait.
Misalnya saja
serangkaian keterampilan yang luas, mulai dari menguasai perangkat lunak hingga
membersihkan kemacetan dari mesin fotokopi, menambah kesan bahwa kita adalah
anggota tim yang sangat diperlukan.
- Berperilaku
Moral dan Etis
Profesional
seperti dokter, pengacara dan akuntan publik harus mematuhi kode etik yang
ketat. Meskipun perusahaan atau industri tidak memiliki kode tertulis, kita
harus selalu menunjukkan perilaku etis.
- Mempertahankan
Ketenangan
Seorang
profesional harus menjaga ketenangannya bahkan ketika menghadapi situasi yang
sulit. Misalnya, jika kolega atau klien memperlakukan kita dengan cara yang
agresif, kita tidak boleh menggunakan jenis perilaku yang sama.
- Miliki
Etiket Telepon yang Baik
Etiket ponsel
juga merupakan komponen penting dari perilaku profesional. Ini berarti
mengidentifikasi diri dengan nama lengkap, perusahaan, dan jabatan ketika kita
menelepon. Pastikan untuk tidak mendominasi percakapan dan dengarkan lawan
bicara dengan saksama. Balas telepon pada waktu yang tepat dan tindak lanjuti
setiap tindakan yang kita setujui selama percakapan.
- Gunakan
Nada yang Tepat
Selama
korespondensi tertulis, usahakan agar surat yang kita tulis singkat dan
langsung pada intinya. Nada kita harus sopan dan formal. Ini juga berlaku untuk
korespondensi email.
- Jadilah
Terstruktur dan Terorganisir
Seorang
profesional dapat dengan cepat dan mudah menemukan apa yang dibutuhkan. Area
kerja kita harus rapi dan teratur, dan tas hanya berisi apa yang diperlukan
untuk janji temu atau presentasi kita. Area kerja yang berantakan akan terlihat
“tidak profesional“.
- Bertanggungjawab
pada Kesalahan
Profesional
bertanggung jawab atas tindakan mereka setiap saat. Jika kita membuat
kesalahan, akui kesalahan tersebut dan coba perbaiki jika memungkinkan. Jangan
mencoba menyalahkan rekan kerja. Jika perusahaan melakukan kesalahan, ambillah
tanggung jawab dan bekerja untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Jenis Profesionalisme
Sikap profesionalisme harus dimiliki oleh semua
orang yang bekerja, terutama orang-orang profesional. Ada banyak jenis
profesional, diantaranya yaitu:
- Akuntan
- Guru
- Teknisi
- Buruh
- Bankir Komersial
- Insinyur
- Pengacara
- Psikolog
- Apoteker
- Analis Riset
- Bidan
- Montir
- Dokter gigi
- Montir listrik
- Konsultan
- Bankir Investasi
- Programmer
Standar profesional adalah seperangkat praktik,
etika, dan perilaku yang harus dipatuhi oleh anggota kelompok profesional
tertentu. Rangkaian standar ini sering kali disetujui oleh badan pengatur yang
mewakili kepentingan kelompok profesi tertentu.
Contoh standar profesional meliputi :
- Akuntabilitas,
Bertanggung jawab atas tindakan mereka.
- Kerahasiaan, Menjaga
kerahasiaan semua informasi sensitif dan jauh dari mereka yang tidak
seharusnya memiliki akses ke sana.
- Kewajiban fidusia,
Menempatkan kebutuhan klien di atas kebutuhan mereka sendiri.
- Kejujuran, Selalu
jujur.
- Integritas, Memiliki
prinsip moral yang kua.t
- Taat hukum, Mengikuti
semua hukum yang mengatur di yurisdiksi tempat mereka melakukan aktivitas.
- Loyalitas , Tetap
berkomitmen pada profesinya.
- Objektivitas, Tidak
terpengaruh atau dipengaruhi oleh bias.
- Transparansi, Mengungkapkan semua informasi yang relevan dan tidak menyembunyikan apa pun.
Tujuan Profesionalisme
Manfaat
Profesionalisme
Contoh Profesionalisme
1. Pekerjaan
2.
Sekolah
Hubungan IT dalam profesionalisme kerja
Seorang
profesionalisme dijaman sekarang diharuskan mengerti tentang perkembangan
teknologi masa kini, teknologi yang sangat cepat kemajuannya mendorong seorang
profesional untuk mengambil pendidikan khusus tentang Teknologi informatika
yang mumpuni untuk menunjang kemajuan karirnya, seorang profesional mengerti
betul kemudahan yang diberikan ketika kemampuannya dipadukan dengan kemampuan
akan teknologi informatika, profesional yang sadar tentang kebutuhan ini akan
mengambil langkah-langkah }
dalam meningkatkan skil informatikanya, baik dengan kursus disebuah lembaga
atau dengan kuliah lanjutan.
Pengertian Sertifikasi Profesi dan Tujuan Sertifikasi Profesi
Sertifikasi
Profesi ialah suatu usaha pemerintah untuk dapat meningkatkan dan
mengembangkan kualitas atau uji kompetensi tenaga kerja di dalam mekanisme
teknis yang sudah dibuat oleh pemerintah melalui suatu Badan Lembaga pemerintah
ataupun juga Kebudayaan di tempat, yang sudah bekerja sama dengan instansi
pendidikan tinggi yang mempunyai kompeten yang pada akhirnya akan diberikan
sertifikat pendidik kepada guru yang sudah dinyatakan standar
keprofesionalannya.
Tenaga kerja yang sudah memperoleh suatu sertifikat kerja maka tenaga
kerja tersebut sudah dinilai profesional didalam membuat suatu sistem praktik
kerja yang sangat berkualitas. sehingga tenaga kerja yang telah memiliki
sertifikat tenaga kerja hendaknya bisa membawa perubahan untuk pendidikan
menjadi yang lebih baik dari segi proses ataupun segi output.
Tujuan Sertifikasi Profesi
Tujuan Sertifikasi profesi untuk memastikan pada kompetensi seseorang yang telah didapatkan melalui pembelajaran, pelatihan, maupun pengalaman kerja. Dan sertifikasi diberikan oleh komunitas atau asosiasi profesi yang bisa mengetahui dengan pasti suatu kompetensi profesional pada bidang tertentu.
Di Indonesia ada Badan Nasional Sertifikasi Profesi
(BNSP) yang mengawasi konsistensi dan kredibiltas Lembaga Sertifikasi
Profesi (LSP) yang memberikan sertifikat atas suatu profesi atau kompetensi
tertentu.
Tambahan sedikit...
Contoh penerapan norma dan etika dilingkungan sekitar
1. Mendengarkan nasehat dari orang tua.
2. Menegur atau menyapa orang ketika bertemu di jalan.
3. Berbicara dengan teman/orang lain menggunakan bahasa yang baik.
4. Menghormati orang tua.
5. Menghindari sikap saling mengejek antar teman.


Komentar
Posting Komentar